 Malam Pertama Menurut Generasi Salaf
Al Qadhi Syuraih berkata kepada Sya’bi:
Wahai Sya’bi, kalau kamu tahu pada waktu malam pertama dalam pernikahanku, sejumlah wanita datang menghantarkan calon isterku hingga dia masuk kepadaku.”
Saya berkata:”Termasuk sunnah bila seseorang wanita bertemu dengan suaminya pada malam pertama hendaklah shalat dua rakaat berjamaah.Kemudian memohon kepada Allah dari kebaikannya dan berlindung dari keburukannya, sambil membaca doa:
“Ya Allah, saya memoohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tabiatnya, dan saya berlindung kepadamu dari keburukannya dan keburukan tabiatnya”
Setelah selesai dan salam, maka tiba-tiba isterku ada dibelakangku ikut shaalat berjamaan dan ketika kami sedang berdua dalam kamar, maka aku mendekatinya dan aku menjulurkan tangan kananku ke ubun-ubun, lalu dia berkata:”Sebentar wahai Abu Umayyah, diam dulu.” Kemudian dia bmembaca doa”
“Segala puji bagi Allah, aku memuji dan meminta bantuan kepada-Nya. Saya membaca shalawat kepada nabi Muhammad dan kepada keluarganya. Ya Allah, sungguh aku wanita yang asingbaginya dan aku belum mengenali akhlaknya, jika nampak kebaikan yang Engkau cintai, aku akan mendatanginya, dan jika ada keburukan yang nampak padanya aku akan menjauhinya”.
“Wahai Abu Umayyah, boleh jadi dahulu ada perempuan yang ingin menikah denganmu dan begitu juga aku ada laki-laki yang ingin menikah denganku, tetapi Allah telah menggariskan pertemuan ini. Engau yang memiliki kekuasaan penuh atas diriku, lakukanlah seperti yang telah diperintahkan Allah kepadamu. Apabila ada kebaikan dalam pernikahan ini, maka pertahankanlah hubungan ini dengan cara yang baik, dan bila da keburukan sehingga harus berpisah, maka ceraikanlah dengan cara yang baik. Dan saya ucapkan kalimat ini semoga Allah mengampuni kita semua”

 Nasihat Di Malam Pengantin

Nasehat akan sangat berharga, apalagi kalau disampaikan pada saat yang tepat dan disampaikan oleh orang yang tepat pula. Pengantin yang akan memulai hidup baru sungguh sangat butuh akan nasehat yang bisa mereka jadikan bekal dalam menjalani hidup berumah tangga.
Inilah salah satu contoh wasiat seorang bapak kepada puterinya yang telah melangsungkan akad nikah di malam pertamanya, dengan berkata: “Wahai puteriku, ketahuilah:
1) Ketentramanmu sangat bergantung kepada ketrentaman suamimu, karena bahagia atau sengsaranya salah satu pasangan sangat ditentukan oleh yang lainnya. Waspadalah dari segala perkara yang bisa memicu kebencian, sebab bisa jadi akan diikuti oleh kebencian berikutnya, sehingga tidak ada kesudahannya.
2) Taatilah suamimu dengan sungguh-sungguh dan hindarilah sikap ejekan, hinaan dan pembicaraan yang ngelantur. Hindarilah sikap berlebihan karena itu menjadi kunci thalak. Dan hindarilah sikap suka mengumpat dan memaki, karena itu akan menimbulkan dendam dan permusuhan.
3) Jagalah kesehatanmu, hindarilah segala bahan kosmetik yang menipu kecantikan dan keelokan wajahmu dan akan merusak penampilanmu. Sebab bahan kosmetik akan meninggalkan bekas dan lubang-lubang kecil di kulit dan semakin lama akan bertambah lebar, sehingga merusak keindahan asli kulit yang nampak pada wajah wanita muda yang belum pernah terkena kosmetik dan bedak.
”Bisa dibuktikan bahwa lipstik yang dikenakan oleh seorang wanita terkadang masuk ke perut bersama ludah, maka berubah menjadi racun sehingga proses keguguran dan gangguan hamil banyak diakibatkan oleh bahan kosmetik dibanding dengan yang lain.”
4) Kerjakanlah seluruh tugas dan beban kewajibanmu. Ketahuilah semua urusan luar rumah menjadi urusan pribadi suamimu dan semua pekerjaan dan tugas dalam rumah menjadi tanggung jawab pribadimu.
5) Ketahuilah, setiap laki-laki yang lembut dan shalih selalu mendambakan isteri yang cerdik, cekatan, dan pandai menyembunyikan berbagai macam keluh kesah seberat apapun, tidak membuat sedih dan gundah suami dengan berbagai macam urusan rumah tangga yang sepele dan remeh.
6) Rapikan setiap urusan rumahmu dan jangan sekali-kali membocorkan rahasia rumah tanggamu kepada orang lain, karena Rasulullah bersabda:
”Sesungguhnya diantara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri mencumbui suaminya kemudian salah seorang diantara keduanya menyebarluaskan rahasianya” (HR. Muslim dan Abu Daud)
Artinya:seseorang menggauli isterinya lalu menceritakan kepada orang lain seputar rahasia hubungan badan, baik berupa perkataan atau gerakan erotis lainnya.
7) Janganlah kamu membuka surat-surat suamimu tanpa seizinnya dan jangan sampai kamu merengek-rengek untuk mengetahui sesuatu yang dirahasiakan oleh suamimu.
8) Jagalah sesuatu yang menjadi penyebab perselisihan dengan suamimu dan jangan samapi orang lain tahu tentang rahasia perselisihan rumah tanggamu.
9) Peliharalah nasehat ini dan bacalah minimal sekali dalam sebulan serta pergilah semoga Allah menjagamu.”

Sumber: Ust.Zaenal Abidin Syamsudin, Lc dalam kitabnya yang berjudul Romantika Kawin Muda, terbitan Pustaka Imam Abu Hanifah, Jakarta, 2008.